11 Sep 2026
Saat Identitas Jambi Hadir dalam Arsitektur Bandara Sultan Thaha
Saat Identitas Jambi Hadir dalam Arsitektur Bandara Sultan Thaha
Share:
Desain bandara bukan hanya persoalan mengatur keberangkatan dan kedatangan penumpang. Bagi arsitek, terminal juga menjadi gerbang pertama yang memperkenalkan karakter sebuah daerah melalui bentuk, material, ruang, dan pengalaman visual.
Bandara Internasional Sultan Thaha di Jambi memperlihatkan pendekatan tersebut lewat arsitektur modern yang dipadukan dengan elemen budaya lokal. Proyek ini juga merupakan nominee Steel Architectural Awards Indonesia 2024, membuatnya menarik dibaca kembali sebagai referensi arsitektur transportasi masa kini.
Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah komposisi atapnya. Beberapa lapisan bidang atap membentuk ritme visual yang dinamis sekaligus memberikan identitas kuat pada massa terminal. Hal ini menunjukkan bahwa atap dapat bekerja lebih jauh dari fungsi penutup bangunan dan ikut menjadi perangkat pembentuk karakter arsitektur.
Atap Jadi Ciri Khas Bandara Sultan Thaha

Pada bangunan transportasi berskala besar, atap sering menjadi elemen pertama yang terbaca dari kejauhan. Karena itu, geometri dan proporsinya mempunyai peran penting dalam membangun citra terminal.
Susunan Atap Berlapis Membuat Bangunan Lebih Dinamis
Bandara Sultan Thaha menggunakan beberapa lapisan atap yang menciptakan perubahan garis dan ketinggian pada bagian atas bangunan. Susunan tersebut membuat massa terminal terasa lebih dinamis sekaligus membantu memecah skala bangunan yang cukup besar.
Pendekatan semacam ini menjadi bagian penting dalam desain bandara, karena bentang yang luas membutuhkan komposisi yang tetap terbaca oleh pengguna. Atap dapat membantu membangun hierarki area kedatangan, keberangkatan, entrance, hingga ruang transisi.
Arsitek dapat membandingkan pendekatan ini dengan desain Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Terminal tersebut menunjukkan bagaimana sistem atap bentang lebar, material, dan efisiensi ruang dapat dikembangkan sebagai satu kesatuan arsitektur.
Budaya Lokal Hadir Lebih Modern di Bandara Sultan Thaha Jambi
Arsitektur terminal dapat berfungsi sebagai representasi daerah. Tantangannya adalah menerjemahkan budaya lokal ke dalam bahasa ruang yang tetap relevan dengan kebutuhan bangunan masa kini.
Saat Desain Modern Bertemu Identitas Jambi
Bandara Sultan Thaha menggabungkan pendekatan arsitektur modern dengan sentuhan budaya Jambi melalui elemen interior, hiasan dinding, karya seni, dan ekspresi visual lainnya. Hasilnya adalah terminal yang tetap memiliki keterhubungan dengan konteks daerahnya.
Cara tersebut dekat dengan prinsip neo-vernakular. Pendekatan ini tidak sekadar menyalin bentuk tradisional, melainkan menginterpretasikan nilai budaya melalui bentuk dan teknologi yang lebih relevan bagi kebutuhan masa kini. Pembahasannya dapat dilihat lebih jauh melalui perbedaan arsitektur neo-vernakular dan vernakular.
Untuk desain bandara, pendekatan tersebut menjadi menarik karena terminal memiliki dua identitas sekaligus: fasilitas transportasi dengan tuntutan operasional tinggi dan gerbang yang memperkenalkan daerah kepada penumpang.
Sirkulasi Menjadi Dasar Pengalaman Bandara
Bentuk ikonik tetap perlu berangkat dari fungsi. Pada terminal, kualitas desain sangat bergantung pada seberapa mudah penumpang memahami alur perjalanan mereka.
Penumpang Perlu Mudah Menemukan Arah
Zona check-in, pemeriksaan, ruang tunggu, pengambilan bagasi, serta akses menuju kendaraan perlu memiliki hubungan yang jelas. Orientasi ruang dapat diperkuat melalui bukaan, perubahan ketinggian, pencahayaan, struktur, dan bentuk ceiling.
Dalam desain bandara, jarak pandang juga perlu dipertimbangkan. Pengguna sebaiknya dapat mengenali tujuan berikutnya melalui arsitektur dan signage yang bekerja bersama.
Kajian konstruksi terminal Sultan Thaha juga menunjukkan penggunaan struktur atap bentang lebar serta perencanaan insulasi pada bagian atap, menggambarkan bagaimana kebutuhan ruang dan sistem konstruksi perlu dikoordinasikan sejak awal.
Material Atap Membantu Mewujudkan Bentuk yang Dinamis
Semakin ekspresif geometri atap, semakin penting koordinasi antara konsep arsitektur dan spesifikasi material. Setiap perubahan bidang mempengaruhi struktur, sambungan, drainase, dan detail pertemuan.
Material Perlu Mengikuti Bentuk Atap
LYSAGHT® FLEX-LOK® hadir sebagai bagian dari desain atap yang memperkuat identitas arsitektur bandara. Terinspirasi dari rumah adat Jambi, profil atap berlapisnya menghadirkan harmoni antara bentuk tradisional dan gaya modern yang memberi karakter kuat pada tampilan bangunan.
Sistem interlocking LYSAGHT® FLEX-LOK® menghadirkan presisi tinggi dengan permukaan halus tanpa sekrup terbuka. Setiap elemennya dirancang untuk menjaga kekuatan dan keindahan dalam jangka panjang. Kehadirannya mempertegas posisi Bandara Sultan Thaha sebagai gerbang yang menyambut dunia dengan pesona khas Jambi, kokoh, berkelas, dan penuh makna.
Dalam desain bandara, material dengan bobot relatif ringan juga dapat menjadi pertimbangan ketika digunakan pada bentang besar. Perencanaannya tetap perlu dikaitkan dengan struktur, kemiringan, panjang panel, sistem pengikat, flashing, talang, serta akses pemeliharaan.
Beberapa parameter yang relevan dapat dibandingkan melalui pilihan material untuk proyek infrastruktur, terutama karena kondisi pesisir, kawasan urban, dan lokasi dengan tingkat paparan berbeda membutuhkan pendekatan spesifikasi yang berbeda.
Contohnya seperti International Airport Raja Haji Fisabilillah menunjukkan bagaimana bentuk terminal, bentang atap, dan kondisi maritim menjadi pertimbangan penting pada fasilitas penerbangan.
Keduanya tercatat sebagai finalis kategori Lasting Beauty, sementara Raja Haji Fisabilillah kemudian menerima penghargaan kategori tersebut pada 2024.
Penyesuaian Warna Atap dengan Skala Bangunan
Dalam memilih warna atap, arsitek perlu mempertimbangkan bentuk bidang, arah cahaya, fasad, material pendamping, serta konteks lanskap.
Referensi pilihan warna standar untuk atap dan dinding juga menyediakan parameter karakter warna dan nilai Solar Reflectance Index yang dapat menjadi bagian dari evaluasi material.
Pada desain bandara, visualisasi 3D dan mock-up menjadi penting karena warna yang terlihat pada sampel kecil dapat memberi impresi berbeda ketika diaplikasikan pada bentang terminal yang luas.
Elemen Penting dalam Desain Bandara Sultan Thaha

Beberapa aspek proyek dapat menjadi bahan pembelajaran bagi arsitek ketika mengembangkan fasilitas transportasi dengan identitas lokal.
|
Elemen |
Penerapan dalam Desain |
|
Atap berlapis |
Menciptakan ritme visual dan membantu membentuk identitas terminal. |
|
Bentang ruang |
Mendukung area terminal dengan pergerakan pengguna dalam jumlah besar. |
|
Identitas lokal |
Diterjemahkan melalui elemen budaya, dekorasi, dan karya visual khas Jambi. |
|
Material atap |
Mengikuti perubahan geometri sekaligus menjadi bagian dari ekspresi bangunan. |
|
Warna |
Membantu membentuk hierarki, karakter, dan keterbacaan massa terminal. |
|
Sirkulasi |
Menghubungkan proses kedatangan, keberangkatan, dan perpindahan pengguna. |
|
Tools desain |
BIM, CAD, SketchUp, dan visualisasi 3D membantu koordinasi bentuk, struktur, serta detail. |
Tabel tersebut memperlihatkan bahwa desain bandara bekerja pada banyak skala sekaligus, mulai dari pengalaman pengguna hingga penyelesaian detail atap.
Material menjadi salah satu instrumen arsitek untuk menerjemahkan konsep menjadi bangunan. Pada proyek transportasi, pertimbangannya mencakup estetika, bentuk, kondisi lingkungan, dan kebutuhan operasional.
COLORBOND® Steel merupakan material lapis warna dari BlueScope untuk aplikasi atap dan dinding. Pada 2026, material ini menandai 60 tahun perjalanan sebagai merek global BlueScope, dengan pengembangan teknologi yang terus mengikuti kebutuhan arsitektur dan konstruksi.
Salah satunya adalah Thermatech® Solar Reflectance Technology, yang dirancang untuk membantu memantulkan lebih banyak energi matahari pada warna terkait. Teknologi tersebut perlu dibaca bersama bentuk atap, insulasi, ventilasi, orientasi, dan fungsi ruang karena performa termal bangunan merupakan hasil dari keseluruhan sistem.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Bandara Sultan Thaha?

Bandara Sultan Thaha menunjukkan bahwa terminal modern tetap dapat memiliki karakter lokal yang kuat. Identitas tidak harus muncul melalui reproduksi bentuk tradisional secara utuh, tetapi dapat diterjemahkan melalui komposisi, material, seni, warna, dan detail arsitektur.
Bagi arsitek, desain bandara perlu dimulai dari perjalanan pengguna, lalu diterjemahkan melalui sirkulasi, struktur, atap, pencahayaan, selubung bangunan, dan identitas visual. Ketika setiap elemen berkembang dari konsep yang sama, terminal dapat berfungsi sebagai infrastruktur sekaligus representasi daerah.
Berbagai referensi proyek infrastruktur lainnya juga dapat digunakan untuk membandingkan bagaimana bandara, stadion, terminal, dan fasilitas publik mengembangkan pendekatan yang berbeda terhadap bentang dan material.
Untuk proyek yang memasuki tahap pengembangan spesifikasi atap, dinding, warna, maupun kondisi lingkungan, kebutuhan teknis dapat dibahas lebih lanjut melalui konsultasi spesifikasi proyek bersama tim COLORBOND® Steel.
FAQ tentang Desain Bandara
Apa yang dimaksud desain bandara?
Desain bandara merupakan proses perancangan fasilitas penerbangan yang mengintegrasikan sirkulasi penumpang, fungsi operasional, struktur bentang lebar, atap, fasad, pencahayaan, material, dan identitas arsitektur.
Mengapa atap penting pada terminal bandara?
Atap menaungi bentang yang luas sekaligus memengaruhi karakter visual terminal. Geometri, struktur, material, drainase, dan pencahayaan perlu dikembangkan secara terkoordinasi.
Bagaimana budaya lokal dapat diterapkan pada bandara modern?
Budaya lokal dapat diterjemahkan melalui proporsi, pola, karya seni, material, warna, lanskap, atau interpretasi bentuk tradisional yang disesuaikan dengan kebutuhan bangunan masa kini.
Mengapa terminal membutuhkan ruang bentang lebar?
Bentang luas memberi fleksibilitas dalam mengatur pergerakan penumpang, area check-in, ruang tunggu, dan berbagai fungsi operasional. Posisi elemen struktur juga dapat direncanakan agar orientasi pengguna tetap mudah dibaca.
Apa yang menarik dari Bandara Sultan Thaha?
Karakter utamanya berada pada komposisi atap berlapis serta hubungan antara arsitektur modern dan identitas budaya Jambi. Pendekatan tersebut membuat desain bandara memiliki fungsi transportasi sekaligus peran sebagai gerbang visual daerah.
Sumber Artikel
- Steel Architectural Award
- Referensi para finalis Steel Architectural Award 2024 dari website COLORBOND®
- Referensi Artikel related dari website COLORBOND® steel


